Apa Kata Mereka Tentang MSD10?

>> Tuesday, July 27, 2010


MSD10 telah usai. Namun semua yang datang pasti setuju jika banyak kesan mendalam yang didapat dari perhelatan akbar tersebut. Entah itu kesan baik atau yang tidak mengenakkan, semua pasti merasakan.

Cukup banyak yang berkomentar positif bahwa MSD10 jauh lebih fair dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Banyak juga yang menyambut baik dengan tema go green yang diangkat oleh panitia tahun ini. Namun ada juga komentar yang bernada menyayangkan dengan keberadaan supporter yang kali ini terlihat jauh lebih sepi dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, banyak pendapat menyatakan pelaksanaan MSD10 kali ini semakin lebih baik dalam segi cabang olahraganya dibandingkan tahun lalu. Penonton yang tidak sabar menunggu lomba bakiak karena baru ada di MSD10. Peksanaan acara yang lebih tertib juga menjadi satu nilai plus tersendiri di mata penonton. Mereka pun berharap agar pelaksanaan MSD tahun depan bisa menjadi lebih baik lagi, tidak dinodai adegan kekerasan seperti yang terjadi di MVD09 dan terulang lagi di awal pertandingan di MSD10 kemarin.

Lalu, apa kata mereka tentang MSD10?

“Tahun ini MSD10 lebih meriah dari segi pemainnya. Lebih ‘murni’, lebih meyakinkan kalau seluruh atlitnya benar-benar karyawan Mensa Group. Tidak seperti tahun lalu yang penuh dengan isu pemain cabutan. Walau supporter gak seramai dulu, tapi keriaannya masih dapet. Untuk acara kayaknya panitianya kurang mantap, mungkin karena persiapannya yang hanya sebentar. Kalau untuk ajang kreativitasnya, kurang dapet ya maksudnya apa. Cuma sekedar menghibur dan kita nonton aja.” (Anjar, atlit basket dan futsal Menjangan Sakti)

“Tahun ini supporter kelihatan sepi. Walau menguntungkan Andini yang warganya sedikit, lomba supporter sepertinya harus tetap ada supaya tetap heboh. Dari segi pemain, kualitasnya terlihat lebih merata, tidak ada satu pemain/tim yang tampak sangat menonjol dibanding yang lain. Acaranya sendiri rasanya kurang ramai, terbukti dari banyaknya peserta yang meninggalkan tempat duduk. Akan lebih baik lagi kalau tahun depan dilakukan outbond saja karena kalau olahraga seperti ini tidak semua karyawan bisa ikut terlibat di tengah lapangan. Rasanya tea walk jauh lebih menarik, apalagi jika per group-nya terdiri dari campuran seluruh SBU, biar lebih akrab.” (Ujang Kurnia, Andini)

“Saya suka sekali saat momen penyerahan bibit dan penanaman pohon oleh masing-masing Managing Director di awal acara. Go green-nya dapet banget! Tapi sayang supporternya kurang meriah, jumlahnya pun terlihat sangat menurun dibanding tahun lalu. Kalau dari segi pertandingan, kualitas antar pemain lebih merata.” (Daniel Louis, Otto)

“Saya tiap tahun selalu datang ke event ini. Kalau dibandingkan dengan yang kemarin-kemairn, pemainnya kelihatan lebih fair. Sayang supporternya kurang, mungkin karena gak dilombakan. Jadinya sekarang kita datang bukan untuk menang, tapi benar-benar hanya untuk support pemain. Soal tema go green, dapet hanya di awal saja, namun hilang saat acara sudah berlangsung hingga berakhir.” (Astuti, MBS)

“Temanya bagus, go green. Tapi sayang gak kena. Yang pertama ada di benak kita ketika mendengar go green kan daun/pohon/hutan. Sedangkan di MSD10 gak ada. Sama halnya dengan maskotnya. Akan lebih bagus lagi kalau hewan herbivora. Kalau menyoal supporter, memang semua mengakui tahun ini kurang rame, kreativitasnya kurang karena tidak dilombakan. Dari segi pemain sendiri terlihat semuanya seimbang. Setuju kalau tidak ada pemain cabutan karena ini kan bisa dibilang event keluarga.” (Hendra, atlit basket Landson)

Read more... Read More ..

Panitia Hijau-Hijau Bolehlah Disejajarkan dengan Panitia World Cup



Kalau kita mau,Kita pasti bisa, Majulah ..

Menjadi parhelatan sebesar World Cup 2010 yang baru saja berakhir bukanlah tandingan untuk parhelatan MSD10 yang mungkin kelasnya sangat jauh berbeda. Tapi mengantar keberhasilan event adalah tujuan yang sama buat panitia penyelenggara MSD10 maupun worldwide event organizer World Cup 2010.

Di awali dari konsep yang kurang lebih sama dengan event MVD09, tahun ini MSD10 juga melakukan gerakan kampanye yang sudah mulai berbunyi gaungnya sebulan sebelum event berlangsung. Secara kontinyu, iklan-iklan pengumuman pun mulai disebarkan baik media cetak sampai online. Dengan mascot utamanya Pantheru yang terkenal nyeleneh tapi pintar, MSD10 bergulir menjadi isu utama setiap perusahaan agar mulai bersiap-siap merapatkan barisan.

Penyelenggara juga melakukan beberapa pendekatan-pendekatan langsung ke karyawan dengan menggelar roadshow ke kantor-kantor sekaligus berjualan gimmick-gimmick MSD10 yang bervariasi. Website blognya pun banyak dikunjungi karyawan, yang tercatat dalam site meter per sekarang (25/10, 09:30)telah dilihat halamannya 2.900 kali.

Panitia juga membuat perubahan beberapa lirik theme song MSD10, dan mengenalkannya lewat roadshow dan blog. Di pertandingan pun seringkali lagu MSD diperdengarkan.

Pas di hari H, jajaran panitia sudah jauh-jauh mempersiapkan malam sebelum acara. Luis Handoko selaku pak Ketua dan Miranthi Kencana selaku Bu Waketua melakukan berbagai konsilidasi dengan pihak-pihak terkait agar acara lancar dan tepat waktu. Bersama puluhan orang yang terlibat dalam mensukseskan acara, bahu membahu tim hijau-hijau berhasil menyuguhkan acara MSD10 sukses, menyenangkan semua pihak termasuk jajaran top management.

Berikut nama-nama mereka yang telah berjasa selama event:


Jonathan Sudharta – Penggagas | Luis Handoko – Ketua | Miranti Kenchana – Wakil Ketua | Fransiska – Sekretaris | Feby Veronika – Acara | Elvia – Validasi Pemain | Afrilia Wibisono – Publikasi | Dini Indreswari – Publikasi | Endi Rachmisukma – Publikasi | Chrisno Santoso – Dokumentasi | Johan Riawan – Dokumentasi | Hendrawan – Perlengkapan | Hadid – Perlengkapan | Desrizal – Perlengkapan | Ichfan Sjarif – Perlengkapan | Tarmidi – Perlengkapan | Barnas – Perlengkapan | Amos Parerung – Perlengkapan | Arief Setyono – Keamanan | Johan Oematan – Keamanan | Alfonsius RS. Kawa – Keamanan | Johnny Rustandi – Keamanan | Zainal – Keamanan | Yanto – Keamanan | Winarso – Keamanan | Susanto – Keamanan | Mailudin – Keamanan | Slamet Febrianto – Keamanan | Sihono – Keamanan | Sahrul – Keamanan | Rebo Pahing – Konsumsi | Darsani – Konsumsi | Iman – Konsumsi | Amat Rahmat – Konsumsi | Eman Sulaeman – Konsumsi | Deni Arjona – Konsumsi | Dede Sulaeman – Konsumsi | Yunus Bachtiar – Konsumsi | Deni Triyanto – Kendaraan | FX Sigit Widayat – Kendaraan | Muhdi – Kendaraan | Margono – Kendaraan | Manda – Kendaraan | Achmad – Kendaraan | Herdyan Balle – Futsal | Herdian Suherry – Futsal | E. Handoyo – Futsal | Heri Setiawan – Futsal | Andriyadin – Futsal | Arinaldo Pratama – Basket | Imawan – Tarik Tambang | Wisnu Budiarto – Tarik Tambang | Yusuf Nur Akbar – Tarik Tambang | Wowok Sri Widodo – Voli Putra | Kiki Marjuki – Voli Putra | Nuri Zakaria – Voli Putra | Jamid Hernawan – Voli Putri | Lenny S – Voli Putri | Endar Prabawa – Voli Putri | E. Sujana – Voli Putri | Fransisca Harjanti – Bakiak | Lidia Sianipar – Kesehatan | Fauzi Imam – Kesehatan

Read more... Read More ..

Pentingnya Supporter dalam Pertandingan, Bagai Bumbu dalam Sayuran


Coba bayangkan apa jadinya jika sebuah pertandingan tanpa supporter? Hambar pastinya. Seperti sayur tanpa garam. Tidak berasa, kurang greget, dan terkesan sepi-sepi saja. Kehadiran supporter memang penting untuk memeriahkan sebuah pertandingan. Tidak hanya itu, supporter juga penting untuk memberikan semangat kepada pemain yang sedang bertanding. Percaya atau tidak, teriakan dan dukungan dari supporter diyakini mampu meningkatkan adrenalin para pemain dan mampu meningkatkan semangat mereka untuk memenangkan pertandingan.

Hal ini tentunya berlaku juga bagi keberadaan supporter di MSD10. Kehadiran mereka sangat penting untuk menyemangati seluruh tim yang bertanding. Teriakan-teriakan, yel-yel, gemuruh drum, sampai kibaran bendera masing-masing tim sangat dibutuhkan untuk semakin membakar adrenalin para pemain. Namun sayangnya, supporter di MSD10 kali ini terlihat lebih sepi dibandingkan tahun lalu. Entah karena supporter yang tidak dilombakan lagi, atau karena alasan lain, secara kasat mata terlihat bahwa supporter kali ini tidak seheboh MVD09 lalu. Jika diamati satu per satu, dapat kita lihat bagaimana supporter dari masing-masing tim begitu berbeda.

Dari kubu Otto, patut diacungi jempol karena supporter mereka masih tetap seramai tahun lalu walau sebagian besar dari mereka berasal dari Bandung. Banyangkan saja, pukul empat pagi mereka harus sudah berangkat ke Jakarta untuk menyemangati timnya yang akan berlaga. Dengan seragam kaos putih dan syal oranye, mereka masih tampil all out walau minus hiasan payung-payung berlogo value dan tulisan OTTO, bersemangat dengan yel-yel dan drum. Meski memang tidak seheboh tahun lalu, namun keberadaan mojang-mojang Bandung mampu membuat supporter Otto menjadi menarik. Bergeser ke kiri, ada kubu MBS yang ternyata juga tidak kalah ramainya. Sama dengan supporter Otto, mereka berseragam kaos putih yang bagian depannya berlogo seperti logo sebuah klub sepakbola terkenal di Liga Premier. Bermodalkan drum, bendera kebangsaan MBS, dan rumbai-rumbai merah, riuh teriakan tak henti-hentinya mereka kumandangkan tiap kali timnya bertanding.

Berpindah ke sisi seberang, ada supporter Landson, Andini, dan Menjangan Sakti. Sekilas dapat terlihat bagaimana jumlah supporter di ketiga kubu menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Sama dengan supporter Otto dan MBS, tidak banyak yang berubah dari supporter Landson kali ini. Masih dengan bendera perusahaan berukuran raksasa, dengan drum-drum dan teriakan yang membahana, mereka terus-terusan menyemangati timnya. Sedangkan dari kubu Andini, kreativitas supporternya juga tidak seheboh tahun lalu. Kali ini hanya dengan bermodalkan suara, yel-yel, drum-drum kecil, dan bendera berukuran raksasa, suara mereka kalah terdengar jika dibandingkan dengan yang lain. Lalu bagaimana dengan Menjangan Sakti? Sayang sekali tidak ada kreativitas apapun yang terlihat di sana. Tidak ada bunyi musik ataupun yel-yel yang terdengar. Hanya sekali-kali riuh teriakan dari supporter Menjangan Sakti untuk menyemangati timnya.

Sungguh disayangkan jika melihat bagaimana menurunnya kualitas supporter di MSD10 lalu. Mengingat pentingnya keberadaan mereka bagi tim yang bertanding, sudah sepatutnya jika mereka memberi dukungan dan tampil bersama penuh semangat sehingga pemain pun menjadi terpacu untuk lebih maksimal dalam memberikan perlawanan. Dan yang lebih disayangkan lagi, jauh sebelum pertandingan berakhir, begitu banyak supporter yang meninggalkan kursinya dan membiarkan timnya berlaga tanpa dukungan dari mereka. Apakah memang hanya sebatas itulah arti kebersamaan dalam sebuah tim? Ada baiknya jika hal itu kita renungkan kembali.

Read more... Read More ..

Tak Dilombakan, Acungi Jempol Masih Ada Supporter yang Tampil All Out


Banyak yang bilang supporter MSD10 kali ini terlihat sepi dibandingkan tahun lalu. Banyak pula yang berspekulasi kalau hal ini dikarenakan supporter yang tidak lagi dimasukkan ke dalam cabang lomba sehingga tiap business unit tidak lagi tampil all out seperti MVD09. Masa iya?

Mungkin memang benar begitu adanya. Tapi jangan salah, meski tidak seheboh MVD09 lalu, ada juga business unit yang tetap berusaha tampil habis-habisan untuk MSD10 kemarin. Kalau dulu Otto tampil all out dengan segala macam atributnya, kali ini Otto tetap tampil heboh meski tidak seramai tahun lalu. Masih mendatangkan begitu banyak supporternya dari Bandung plus Jakarta, tidak salah jika gemuruh suara mereka tetap membahana di seantero gelanggang olahraga pada hari itu. Begitu pula dengan Landson walau terlihat penurunan kehebohan yang begitu drastis.

Yang mencengangkan, rupanya supporter MBS tidak kalah ramai bersaing dengan kubu Otto yang tepat berada di sebelahnya! Padahal jika mau jujur, banyak yang mengira kubu MBS akan sepi-sepi saja. Namun dugaan itu langsung dipatahkan oleh kehadiran mereka yang semakin lama semakin memenuhi gelanggang. Dengan mengenakan seragam kaos berlogo mirip salah satu klub bola terkenal, supporter MBS tampil all out seperti tahun lalu. Disinyalir, total supporter MBS yang hadir saat MSD10 berjumlah kurang lebih 250 orang, termasuk atlit.

Kali ini MBS memang ingin tampil maksimal, menunjukkan kepada business unit yang lain bahwa semangat mereka tidak padam meskipun jumlahnya tidak sebanyak supporter Otto maupun Landson. Tidak dilombakannya supporter justru memacu mereka untuk unjuk diri tanpa beban dan tampil sepenuhnya demi memberikan dukungan dan semangat kepada para atlit yang sedang bertanding.

Walau membawa perlengkapan yang masih seadanya, Ibu Retno selaku koordinator supporter mengungkapkan bahwa MBS memang ingin tampil eksis di hadapan seluruh penonton yang hadir. Iringan drum, maskot gladiator yang memproklamirkan kesiapan mereka untuk berperang/bertanding, bando pink serta rumbai merah menandakan supporter MBS memang benar-benar datang untuk mendukung seluruh timnya yang berlaga pada hari itu.

Read more... Read More ..

Arena Hiburan, Tak Hanya Sarat Hiburan


Tak melulu bicara tentang adrenalin yang terkuras untuk memenangkan pertandingan, MSD10 kali ini juga disegarkan dengan adanya ajang kreativitas dari masing-masing perusahaan. Variatif, kreatif, dan tentu saja menghibur, ajang ini rupanya mampu me-refresh mood para atlit dan supporter yang sejak awal penuh dengan ketegangan.

Riuh siulan menggoda dari tiap mata yang memandang ketika wanita-wanita cantik dari Otto berlenggak-lenggok di tengah lapangan menari jaipongan. Tak hanya irama musik pengiring ngibing yang enak dinikmati telinga, tariannya pun mampu membuat melek mata bagi orang yang menyaksikan. Mojang dan bujang Bandung ini memang benar-benar menyihir arena pertandingan, apalagi ketika banyak penonton yang diajak ngibing bersama. Suatu kreativitas yang tidak hanya menghibur, namun juga mampu menyatukan kembali hati yang sedang terpecah karena sebuah kompetisi.

Tak berapa lama, lagu “Arti Sahabat” pun berkumandang di seluruh arena olahraga. Sebuah persembahan dari Landson yang bisa menjadi sentilan bagi seluruh partisipan, menyadarkan kita bahwa bukan kompetisi yang harus dijunjung tinggi di MSD10, melainkan bagaimana sebuah tim mampu bekerja sama, saling percaya, saling mendukung pemain lainnya layaknya seorang sahabat, dan bagaimana setiap perusahaan harusnya menjadikan kesempatan ini sebagai ajang untuk mempererat kebersamaan.

Niilai-nilai pun menjadi penting untuk tetap menjaga kebersamaan dan persabahatan dalam satu grup besar yang bernama perusahaan. Nilai yang mendasari bagaimana mereka harus bersikap, bagaimana mereka harus terus bertahan sehingga tidak terpecah. Hebatnya Menjangan Sakti, mereka mampu mengingatkan akan pentingnya nilai-nilai melalui sebuah parodi yang mengocok perut dan mengundang tawa terpingkal-pingkal. Cerita seorang Jaka Tarub, yang pantang menyerah beserta lima bidadari yang diperankan oleh para pria perkasa sebagai simbol lima nilai perusahaan, berhasil mengetuk hati siapa saja yang menyaksikan bahwa nilai-nilai itu penting dan tak dapat dipisahkan.

Sebuah kreativitas dan keseragaman pun dituntut agar nilai-nilai yang sudah ada tak tergoyahkan. Dari sinilah Andini terinspirasi untuk menampilkan sebuah hiburan perkusi, satu kesenian unik yang mereka suguhkan dengan menggunakan berbagai alat bekas yang ditemukan di lingkungan sekitar mereka. Tak kalah dengan Safri Duo, grup perkusi terkenal, melalui kebersamaan dan keseragaman permainan, muncul sebuah simfoni indah yang enak didengar yang berasal dari tabuhan botol bekas, ember bekas, bahkan juga besi bekas.

Dan pada akhirnya, warna warni kreativitas ini ditutup oleh penampilan modern dance MBS yang begitu enerjik. Dengan penuh semangat, keceriaan, dan musik yang menghentak, para dancer cantik berambut panjang dengan kostum colorful mampu memberikan tampilan penutup yang super ciamik.

Ya, ajang kreativitas MSD10 memang benar-benar menghibur seluruh partisipan yang hadir pada hari itu. Tapi yang terpenting, ajang kreativitas ini tidak hanya sarat hiburan belaka, namun juga penuh dengan implementasi akan nilai-nilai perusahaan.

Read more... Read More ..

Futsal Landson Kalah, Lah Kok Bisa?

Melakukan wawancara khusus dengan sang manajer tim biru muda futsal menanggapi fakta kekalahan yang dialaminya di babak penyisihan, Bp. Hardy speechless. Tidak terlalu banyak berkomentar karena memang tidak tahu pasti apa penyebabnya, Bp Hardy hanya bisa pasrah. “Yah, mungkin memang tahun ini bukan giliran kami untuk menang. Yang bikin saya bingung, lah kok bisa kalahnya di babak penyisihan?”

Padahal menurut prestasi, futsal Landson konon banyak mengukir prestasi baik di dalam maupun di luar kandang. Banyak perusahaan-perusahaan farmasi lain yang terpaksa bertekuk lutut menghadapi kekompakan serangan tim futsal Landson. Gelaran latihan pun sudah sering dilakukan minimal seminggu sekali. Tapi rupanya prestasi yang sama tidak bisa diukir di MSD10. Si tim biru muda harus mau mengakui kekalahannya dengan tim MBS yang memang jauh lebih baik permainannya.

Bola memang bundar. Semua hal di dalam bola seringkali keluar dari prediksi. Seperti layaknya World Cup 2010 kemarin, yang di babak-babak awal malah telah memulangkan tim-tim jagoan khalayak dunia seperti Inggris, Perancis, Italia dan Argentina, maka juga bisa dimaklumilah jika futsal Landson memberikan kejutan di MSD10. Termasuk dimaklumi juga, kalau tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan selanjutnya. Lah, kok bisa?

Read more... Read More ..

Futsal Final, Topping Up yang Menegangkan!


Pertarungan MBS dengan Otto benar-benar yang mencuri perhatian. Menit-menit awal berlangsung tenang sampai akhirnya MBS berhasil mengolkan bolo ke gawang lawan. Kedudukan pun menjadi 1 – 0, dan langsung berubah menjadi 2 – 0, ketika lagi-lagi MBS bisa membuat si kiper Otto lengah dan bola pun kembali gol. Melihat hal ini, tentu menjadi angin segar tersendiri bagi MBS. Apalagi penonton yang sorak soray menatap kemenangan yang semakin nyata.

Tetapi ternyata Otto tidak kenal menyerah. Si tim oranye tetap memberikan perlawanan tangguh, memborbadir gawang MBS dengan serangan telak yang kadang sering tidak terduga oleh kiper MBS. Dan akhirnya, perjuangan itu membawa hasil dengan mengejar ketinggalan angka 2 -1 masih untuk MBS.


Tidak berhenti di situ ternyata perjuangan si Otto, karena di beberapa menit berikutnya, Otto berhasil menyamai kedudukan menjadi 2 – 2. Sontak harapan kemenangan MBS mulai meredup. Dan di pojokan lain, pendukung oranye mulai bersemangat menyemangati tim kesayangannya untuk segera mencetak skor lagi sehingga bisa memenangkan pertandingan.

Dan benar saja, karena merasa diberi angin segar, tim oranye kembali menggepur dua gol berturut-turut sehingga menorehkan angka 4 – 2 untuk Otto. Semua saat itu langsung menerka, sudahlah semua pertandingan ini pasti akhirnya. Karena menit-menit pertandingan sudah mulai berakhir. Tapi ternyata, satu menit sebelum berakhir, tim MBS tidak diduga-duga berhasil menggolkan bolanya sehingga skor menjadi 3 – 4 untuk Otto. Sontak kegirangan kubu MBS langsung muncul, tapi karena detik sudah hampir berlalu maka akhirnya habis sudah harapan MBS menjadi pemenang.

Walaupun demikian, ada kebanggaan yang bisa ditorehkan dalam pertandingan futsal ini. Ternyata ada semangat luar biasa buat MBS memberikan yang terbaik. Dan untuk Otto, semangatnya memang tidak pernah padam walau sempat tertinggal masih saja bisa mengejar, bahkan melampaui angka sehingga bisa menjadi pemenang. Selamat!

Pemain Otto:
1. Muhammad Jafar
2. Tono Supriatno
3. Asep Bambang
4. Roni Ramdani
5. Yaman Suryaman
6. Dian Thosen
7. Yogi Angga
8. Carlie Wirasaputra
9. Taufik Firmansyah
10. Suherman
11. Rokayat
12. Yuyus Kurniawan

Pemain MBS:
1. Albertus Harry Suswanto
2. Aloysius Relly R.
3. Andreas W.
4. Aziz
5. Bayu Dwi M.
6. Dedi Sofian
7. Ignatius Iwantoro
8. Nanang Nurhaedy
9. Nofiansyah
10. Okky
11. Pandopotan A.
12. Samlawi




Read more... Read More ..

Adu Otot di Tarik Tambang, Tim ’Tua’ Otto Mampu Taklukkan Tim ’Muda’

>> Monday, July 26, 2010



Bertubuh besar tidak menjamin sebuah tim memenangkan lomba tarik tambang. Belum tentu juga tenaga-tenaga dari pemain-pemain muda mampu mengalahkan pemain-pemain yang lebih tua. Kali ini lomba tarik tambang memang jauh lebih menarik dibandingkan tahun lalu. Seluruh tim rupanya mampu memberikan perlawanan, saling adu otot untuk menjadi yang terkuat. Tak mau kalah, supporter yang berada di pinggir lapangan pun turut saling meneriakkan timnya yang berlomba. Diawali dengan adu otot antara Landson dan MBS. Sama-sama keras, sama-sama kuat, sama-sama berambisi untuk menang, rupanya membuat kedua tim seri di dua tarikan awal. Dan ketika tarikan ketiga dilakukan, tim ‘muda’ Landson pun berhasil menaklukkan tim MBS.


Lomba kemudian berlanjut antara tim Otto dan Andini. Menilik dari ukuran tubuh pemainnya, terlihat jelas bahwa pemain Otto jauh lebih diunggulkan dibandingkan dengan pemain dari Andini. Meski demikian, rupanya tim Andini tidak mau terintimidasi. Buktinya mereka mampu memberikan perlawanan keras meski berujung kepada kemenangan tim Otto dalam dua kali tarikan langsung.

Jika sebelumnya tim ‘muda’ Landson berhasil menaklukkan MBS, bukan berarti mereka bisa langsung melenggang begitu saja ke final bersama tim Otto. Perjalanan mereka terhadang oleh Menjangan Sakti yang harus terlebih dahulu ditaklukkan jika ingin maju ke babak final melawan Otto. Rupanya memang aura kemenangan sedang memihak kepada Landson hari itu, karena lagi-lagi mereka berhasil menaklukkan lawannya sehingga berhak masuk final bersama Otto.

Namun apakah aura kemenangan itu terus menaungi para pemain Landson? Sulit untuk dikatakan karena sejak awal tarikan di babak final, tim ‘muda’ Landson sama kuat dengan tim Otto yang katakanlah mereka adalah tim ‘tua’ karena pemain-pemainnya yang jauh lebih tua dibandingkan pemain Landson. Ya, tim muda lawan tim tua. Keduanya memberikan kekuatan yang maksimal untuk saling menjatuhkan lawan. Bahkan sempat terlihat posisi tambang tidak bergeser sedikit pun beberapa saat setelah peluit start ditiup. Inilah bukti bahwa kekuatan pemain yang lebih tua tidak boleh diremehkan karena belum tentu lebih lemah dibandingkan yang muda. Alhasil, dua tarikan pertama berakhir imbang. Tarikan ketiga sebagai penentu kemenangan pun dilakukan setelah waktu rehat satu menit. Sorak sorai dari dua kubu pun kembali menggelegar di seluruh arena untuk mendukung perjuangan tim kesayangannya. Dan akhirnya, tim ’tua’ Otto pun keluar sebagai pemenang mengalahkan tim ’muda’ Landson.

Jadi, siapa bilang hanya pemain muda dan kuat yang bisa memenangkan tarik tambang? Buktinya Otto dengan formasi pemain yang lebih tua mampu menaklukkan lawan-lawan yang pemainnya cenderung lebih muda dibandingkan mereka.

Pemain Otto:
1. Dani Ruswandi
2. Heri Prayitno
3. Riyanto
4. Pipit Triyanto
5. Tata Setiawan
6. Cucu Permana
7. Rahmat Dahlan
8. Richard Andryus
9. Pepep Mulyadi
10. Wahyudi
11. Nada Haris
12. M. Sudiyono

Pemain Landson:
1. Deni Arjona
2. Dermawan
3. Didi Supriyadi
4. Muhdi
5. Rio Rahman
6. Romdon Fahrizal
7. Slamet Febrianto
8. Sopian Muhtar
9. Subur Makmur
10. Toto Risatmoko
11. Winarso
12. Yanto




Read more... Read More ..

Basket Final, Kerjasama Tim Solid, Si Oranye Buktikan Layak Jadi Pemenang


“Habisin… habisin… habisin…!!”
Riuh teriakan seperti itulah yang seringkali terdengar dari para supporter Otto kepada tim basketnya tiap kali beraksi di lapangan. Tidak dapat dipungkiri jika pertandingan basket merupakan satu session yang paling ditunggu-tunggu di MSD10. Adu strategi, adu ketahanan fisik, dan yang pasti adu kekompakan tim menjadi bagian seru dalam menyaksikan pertandingan ini. Tidak dipungkiri pula jika dari dulu tim oranye Otto dan biru Landson selalu menjadi unggulan dalam caang olah raga ini. Meski demikian, tim biru kuning Menjangan Sakti dan tim emas MBS juga bukanlah lawan yang bisa dianggap enteng.

Sejak awal pertandingan di babak penyisihan, tim oranye Otto memang sudah menunjukkan tajinya seolah-olah tenaga mereka tidak habis untuk melibas semua lawan. Cakaran demi cakaran dikeluarkan melalui kekompakan tim yang semakin terlihat setiap tahunnya. Memang diakui bahwa tim basket Otto memang tim yang solid dengan koordinasi dan kerja sama timnya yang patut diacungi jempol. Dengan formasi tim yang sama dalam tiga tahun belakangan, rupanya seluruh awak di dalam tim oranye Otto ini sudah begitu mengenal karakter permainan masing-masing, saling percaya, dan saling mengisi kekurangan satu sama lain. Ibaratnya, mereka seperti untaian tali yang sudah terikat kuat.



Tidak heran jika tim oranye mampu menggentarkan lawan-lawannya. Di babak penyisihan, Landson bertemu dengan tim biru kuning Menjangan Sakti. Tak dinyana, rupanya Menjangan Sakti memberikan perlawanan alot kepada tim oranye Otto. Bola pun sering kali berpindah tangan dari satu pemain ke pemain lainnya. Blocking dan fault terlihat sering terjadi. Melirik ke papan skor, rupanya kedua tim juga kesulitan mencetak angka. Terlihat bagaimana tenaga begitu dikuras habis di sini. Namun layaknya sebuah pertandingan, ada pemenang dan ada yang menderita kekalahan. Rupanya menjelang akhir pertandingan tim oranye mampu mengungguli tim biru kuning dengan skor yang cukup telak.

Kemenangan ini tentunya menjadi modal tim oranye untuk melenggang ke babak final bersama tim biru Landson yang sebelumnya berhasil mengalahkan tim emas MBS yang juga menyuguhkan sebuah pertandingan sengit penuh dengan adu ketahan fisik di antara kedua tim. Di final, lagi-lagi tim oranye menunjukkan tajinya yang tajam hingga membuat pemain-pemain dari tim biru Landson tak berkutik. Kehebatan tim biru pun terlihat mandul ketika bersanding dengan tim oranye. Dan akhirnya, finishing permainan yang cantik hingga berujung penambahan skor demi skor berhasil membawa tim oranye unggul telak dan berhasil membawa pulang piala emas.

Kali ini tim oranye berhasil mencengangkan setiap mata yang menyaksikan pertandingan. Kekompakan, ketahanan fisik, dan kepercayaan dalam tim memang telah membuktikan bahwa mereka layak untuk menjadi pemenang. 





Read more... Read More ..

Bp. Jimmy Sudharta, Pulang Duluan Tidak Mencerminkan Kebersamaan



Sebelum acara ditutup, Bp Jimmy Sudharta diberikan waktu untuk memberikan sedikit pidatonya tentang acara MSD10. Bercerita banyak tentang MSD 10, Bp Jimmy menyebutkan pada dasarnya acara besar ini diadakan untuk memupuk rasa memiliki karyawan kepada perusahaan sehingga mau berjuang keras untuk membuat perusahaan maju dan lebih baik.

MSD10 juga bisa menjadi ajang satu tahun sekali bertemunya semua professional-profesional semua business unit yang terlibat ikut memajukan Mensa Group. Perjuangan untuk membuat perusahaannya diakui oleh perusahaan lain merupakan sebuah perjuangan yang tidak bisa disebut main-main karena persiapan yang gigih dan kekompakan tim merupakan syarat utama menjadi perusahaan yang tangguh. Menurutnya, MSD10 bisa menjadi cerminan di dunia kerja operasional yang nyata, bahwa perusahaan yang hebat pasti memiliki SDM-SDM yang mempuni, tangguh, berpengalaman, teamwork yang kuat, dan memiliki integritas atau fairness yang tinggi.


Di kesempatan itu pula, Bp Jimmy sempat menyindir beberapa business unit yang terlihat kosong tempat duduknya karena para supporternya sudah pulang terlebih dahulu sebelum acara benar-benar selesai. “Ini merupakan cerminan kalau rasa kesetiakawanan kita terhadap teman-teman yang masih berjuang dan rasa kebersamaan masih kurang. Sungguh seharusnya ini tidak usah terjadi di kedepannya.”


Bp. Jimmy juga sempat melihat kurang lebih acara MSD 10 kali ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Karena kontribusi perusahaan terlihat semakin merata dan kesiapan panitia menyelenggarakan acara yang lebih rapi.




Read more... Read More ..

Volli Putra Final Mantabs! Pertarungan Landson Sampai Titik Darah Penghabisan



Bertanding hanya dalam dua set dengan skor akhir 25 – 23 dan 25 – 17, Landson mengukir namanya menjadi juara di voli putra MSD10. Volli putra tahun ini bisa jadi adalah satu dari pertandingan yang menggugah emosi setiap orang di stadion Gelanggang Remaja Jakut Sabtu lalu. Pukulan-pukulan tajam, blocking yang tangguh, sampai seringkali pemain tim oranye terpaksa jatuh menghadapi terjangan serangan sekaligus melindungi wilayah pertahanan, adalah performa tim volli Landson yang sepertinya habis-habisan untuk menjadi juara. Sementara di belakang arena, supporter Landson menggelegar mendukung tim kesayangannya dengan tabuh genderang yang tiada henti.


Dengan kepemimpinan di bawah manajer team Bp Hardy, tampaknya persiapan si biru muda lebih mantab! Layaknya pemain volli professional, kekompakan team Landson tidak goyah walau diserang bertubi-tubi oleh si oranye. Sempat disamai kedudukannya, tim yang dikomandani oleh si Batak (panggilan Abdul Ghofar – si spiker handal) berhasil mengungguli angka dengan waktu yang relatif singkat.

Ditanyai setelah acara, manajer Bp Hardy sempat menyebutkan baginya untuk mempersiapkan team memberikan performa terbaik diawali dari kekompakan. Dan itulah yang dibina selalu olehnya bersama team. “Keakraban dan latihan rutinlah yang membuat kami kuat,” katanya.

Pemain volli Landson:
1. Abdul Ghofar
2. B. Amos Parerung
3. Eko Handoyo
4. Endar Prabawa
5. Imawan
6. Indra Lesmana
7. Kurniawan Salim
8. Nuri Zakaria
9. Ronny Albertus
10. Suli
11. Tarsisius Risang S.
12. Yusworo Hartono

Peman volli Otto:
1. Eman Sulaeman
2. Yudi Sudrajat
3. Opik Haryanto
4. Gun Gun Noermansyah
5. Cahyadi I
6. Iyan Waryana
7. Darwan
8. Rendy Irawan
9. Cahyadi II
10. Riki Irawan
11. Asep Aang
12. Cece Suhendar


Read more... Read More ..

Volly Putri, Tim Oranye Masih Mendominasi


MSD10 kali ini memang menghadirkan banyak kejutan. Meski secara kasat mata cukup banyak pemain baru di tiap-tiap tim, namun tetap saja dominasi dari tim tertentu masih bisa terlihat. Adalah tim volly putri oranye dari Otto yang rupanya masih mampu mempertahankan dominasinya di ajang MSD10. Dari segi pemain, memang terlihat bahwa ada beberapa pemain baru yang menggantikan posisi pemain lama yang bertanding di MVD09 tahun lalu. Namun sepertinya hal itu tidak membuat kualitas pemain tim oranye menurun karena buktinya mereka mampu memboyong piala emas.

Meski demikian, bukan berarti dengan mudahnya mereka mampu menaklukkan tim Landson dan MBS yang menjadi lawannya di babak penyisihan dan babak final. Susah payah tim oranye Otto harus menekuk tim Landson agar dapat masuk ke babak final. Dan ketika melaju ke babak final, perlawanan keras pun datang dari tim volly putri MBS yang berkostum warna emas. Yang lebih seru lagi, rasanya yang berkompetisi saat itu tidak hanya tim yang sedang bertanding di tengah lapangan karena teriakan dan yel-yel dari kedua tim juga terdengar saling susul-menyusul untuk menyemangati timnya masing-masing.



Pertandingan yang penuh dengan reli-reli panjang ini memang sangat menghibur setiap mata yang menyaksikan. Gregetan tiap kali melihat tim yang dibela melakukan kesalahan, sorak sorai jika skor didapatkan oleh tim kesayangan, sampai hanya sekedar riuh tepuk tangan penonton yang bersikap netral, semuanya tercampur dalam euforia pertandingan final volly putri kemarin. 

Dan seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, tim volly putri oranye pun berhasil mengalahkan tim MBS dengan dua set langsung. Terbuktilah bagaimana tim volly putri oranye ini masih mampu mendominasi jalannya pertandingan sehingga keluar sebagai pemenang. Akankah dominasi volly putri oleh tim oranye akan kembali di MSD11? Kita tunggu saja tahun depan.

















Pemain Otto:
  1. Tini Sumartini
  2. Lilis Darmilah
  3. Wangsih
  4. Lilis Mira Sumirah
  5. Indri Lestari
  6. Puri Permani
  7. Ratih Puspa
  8. Kokom Komariah
  9. Dhesi Fandini
  10. Iin Astarina

Pemain MBS:
  1. Dwi Sri Rahayu
  2. Endang Siti
  3. Febiyanti
  4. Indah Puji Hastuti
  5. Ita Susanti
  6. Krida Aritasari
  7. Lucia Juwita
  8. Marini Prihartanti
  9. Meity Arisanty
  10. Santi Bora Fransiska
  11. Sri Utari Rompu

Read more... Read More ..

Lomba Bakiak, Seru dan Menegangkan sekaligus Buktikan Pentingnya Kerjasama Tim

>> Sunday, July 25, 2010



Pembaruan itu penting. Sesuatu yang baru tentunya akan membuat suasana lebih segar, lebih fun, dan tidak membosankan. Begitu halnya di MSD10. Untuk menciptakan aura kompetisi yang lebih menarik, tahun ini MSD10 menghadirkan lomba bakiak. Dibayangkan sekilas, mungkin kelihatannya lomba bakiak adalah hal yang remeh, tidak perlu banyak persiapan, dan semua orang bisa melakukannya. Namun nyatanya tidak demikian. Lomba bakiak tidak kalah seru dibandingkan lomba yang lain, bahkan juga menegangkan.

Ada satu nilai penting yang bisa didapatkan melalui lomba bakiak ini. Teamwork adalah modal utama bagi setiap tim untuk bisa menjadi pemenang. Tanpa kerjasama, tidak akan ada kemenangan yang mampu diraih. Mantapnya sebuah tim untuk berjalan dalam satu tumpuan hanya bisa dilakukan jika ada kerjasama yang baik di dalamnya. Koordinasi, kebersamaan dalam bergerak, dan kesamaan tujuan wajib hukumnya untuk dimiliki oleh mereka.


Rupanya ketiga syarat itu mampu dipenuhi oleh tim atlit bakiak Landson karena mereka mampu mengalahkan lawannya dengan berjalan mantab sejak start dimulai sampai garis finish berakhir, disusul dengan Otto dan MBS. Ketika bendera start dikibarkan, terlihat jelas bagaimana tim Landson, Otto, MBS, dan Andini saling berkejaran menuju garis finish. Sayang bagi tim Menjangan Sakti karena bakiak mereka tidak mampu digerakkan sehingga akhirnya jauh tertinggal dari keempat tim lainnya.

Memang menegangkan jika melihat bagaimana tim Landson dan Otto berjalan mantab dalam selisih jarak yang begitu dekat. Teriakan-teriakan dari masing-masing supporter pun membahana di seluruh arena gelanggang olah raga. Yang kerjasamanya paling baik, ia lah yang patut menjadi pemenang. Landson pun membuktikan bahwa mereka memiliki kerjasama tim yang begitu mantab hingga akhirnya berhasil mengalahkan tim lainnya.

Seru? Pastinya. Menegangkan? Sudah tentu. Namun dibalik itu semua, tentunya satu hal yang perlu kembali direnungkan dan dipelajari adalah sejauh mana kerjasama tim tumbuh di dalam diri kita. 


Read more... Read More ..

It’s Awesome! Otto Juara Umum



MSD 10 awesome! Banyak pertandingan-pertandingan yang mengoyak jantung lebih cepat. Tawa, gemuruh ratusan pendukung, suara genderang yang bertabuh ,warna-warna antar perusahaan yang berkelompok dan puluhan pemain pertandingan baik dari volli, basket, futsal, tarik tambang dan bakiak tumpah ruah di Gelanggang Remaja Jakut Sabtu lalu. Hari itu pulalah, si piala kebanggaan MSD bergeser dari Landson si juara tahun lalu ke team orange dari Bandung, Otto Pharmaceutical.

Dengan formasi acara yang berbeda dengan tahun lalu, MSD10 banyak menghadirkan kejutan-kejutan nyata selama jalannya pertandingan. Dibuka dengan sambutan dari COO Bp. Subowo dan penanaman pohon oleh masing-masing MD perusahaan, penyelenggara mengawali pertandingan penyisihan Landson vs MBS. Dengan sedikit kericuhan kecil yang mengakibatkan Landson kekurangan satu pemainnya, pertandingan pun diakhiri dengan kekalahan telak Landson atas MBS, dengan angka 0 – 1.


Untuk menyegarkan aura stadion, dilangsungkanlah pertandingan tarik tambang penyisihan dan semifinal. Adu otot dan tentunya kerja sama team sangat diperlukan di sini. Benteng-benteng dari Landson vs MBS pun lagi-lagi dipertemukan, yang hasilnya kekuatan Landson hancur lantahkan team MBS. Begitu juga ketika Landson menghadapi Menjangan Sakti, kekuatan Landson tetap tak tergoyahkan. Sementara itu,di sisi lain, Bulldozer Otto di semifinal tarik tambang juga mengukir kemenangan atas Andini, yang berarti menjadi lawan tangguh Landson di final.

Di menit berikutnya, kembali digelar futsal penyisihan Otto vs Menjangan Sakti. Dengan kekuatan yang hampir berimbang, Otto berhasil menggungguli tim biru tua dengan skor 4 – 2. Pertandingan pun dilanjutkan ke permainan basket yang menampilkan performa Landson dan MBS dengan skor akhir 15 - 6 yang mendaulat Landson maju ke babak final. Mengikuti menit selanjutnya, basket Mensa vs Otto berlangsung 30 menit yang mendebarkan, karena kedua team berlangsung alot. Tapi ternyata persiapan matang membuktikan segalanya. Otto pun kembali memenangkan pertandingan andalan MSD10 dengan skor 21 – 11.

Setelah berbagai hiburan dari sumbangan masing-masing business unit tampil di lapangan, lomba bakiak yang ditunggu-tunggu pun tiba. Diikuti komplit seluruh peserta, lomba bakiak mungkin yang paling banyak mengundang tawa karena tidak sedikit peserta yang kesulitan untuk berjalan kompak melaju menuju garis finish. Walaupun susah payah, akhirnya setelah sempat didahului tim oranye, tim Landson menyusul pada menit-menit terakhir dan yang paling pertama mencapai garis finish.

Sebelum menggelar babak-babak final, futsal semifinal menampilkan Andini vs MBS beradu dengan skor akhir 1 – 4 untuk MBS. Baru setelah itu, pagelaran sesungguhnya pun digelar. Penampilan terbaik disuguhkan di permainan cantik volli putri. Benteng kokoh ala tim oranye beradu dengan tim merah MBS yang juga tak kalah tangguh. Pukulan-pukulan tajam pun kerap dilancarkan oleh tim oranye yang seringkali lolos dari pertahanan MBS. Blocking-blocking menggalang serangan dari MBS membuat MBS agak sedikit frustasi mengejar ketinggalan angka yang cukup besar. Akhirnya, di menit ke-30 Otto mengukuhkan juara sejatinya di volli putri dengan angka akhir 25 – 11 dan 25 – 18.

Berbeda dengan volli putra. Penampilan Otto di final melawan tim biru muda Landson tidak sehebat rekannya di volli putri. Walau angkanya sangat mepet, dan Otto selalu berusaha mengejar ketinggalan (di dalam beberapa menit sempat menyamai kedudukan), akhirnya tetap saja harus takluk menghadapi serangan Landson yang membabi buta dengan smash-smash kencang. Angka yang ditorehkan untuk menaklukan Otto berhenti pada 23 – 25 dan 17 – 25.

Tak kalah serunya, di menit berikutnya pagelaran tarik tambang final Otto vs Landson yang ditunggu-tunggu pun ditampilkan. Dalam waktu 3 set yang mendebarkan, dan nyaris kalah, akhirnya Otto berhasil menggugurkan keinginan Landson tampil jadi juara. Lonjakan dan sorak soray langsung menggelegar dari pojok oranye yang berjumlah ratusan mendukung tim Otto.

Basket final dan futsal final merupakan dua suguhan akhir yang ditunggu-tunggu setelah itu. Lagi-lagi perlawanan basket Landson dan Otto kembali menjadi primadona lapangan. Permainan cantik dengan lemparan bola yang tepat sasaran lebih banyak disuguhkan Otto, yang lagi-lagi menguasai lapangan dan tampil menjadi juara final dengan skor 24 – 10.

Futsal final yang menampilkan MBS dengan Otto pun tak kalah menarik. Malah sepertinya merupakan pertandingan paling seru diantara yang lain. Perlawanan MBS yang mati-matian benar-benar tidak terduga. Di pertengahan waktu pertandingan MBS sempat memimpin angka 2 – 0. Sebelum akhirnya dikejar oleh Otto yang ulet menjadi 4 -2 di menit terakhir. Kejutannya, satu menit sebelum pertandingan berakhir, MBS sempat menembakkan gol ke gawang Otto, sehingga kedudukan menjadi 4 -3 untuk Otto. Tapi karena memang waktu semakin mepet, akhirnya skor 4 -3 menjadi skor akhir dan mendaulat Otto menjadi pemenang futsal MSD10.

Hampir menyabet semua label juara di setiap pertandingan, akhirnya menobatkan Otto menjadi juara umum MSD10. Penyerahan piala kebanggaan rebutan setiap business unit Mensa Group dilakukan oleh Bp. Jimmy Sudharta selaku CEO Mensa Group kepada Bp Adi Widagdo selaku MD Otto Pharmaceutical. 


Read more... Read More ..

Download Ringtone MSD 2010!

Download ringtone MSD10 dan Anda berkesempatan mendapatkan tiket undian memenangkan aneka gimmick Pantheru! Caranya mudah. Tinggal klik ini, download ke HP anda, dan jadikan ringtone. Jika Pantheru Crew mengetes no HP Anda dan terdengar ringtone MSD, ragam suvenir akan menjadi milik Anda pada saat roadshow Pantheru ke kantor-kantor Anda menjelang MSD10 dan hari H MSD10.



Asal Usil Pantheru

Pantheru adalah sosok singa yang ramah dan tidak sombong. Walau demikian, dia memiliki kekurangan yakni gampang ge-er. Terutama terhadap wanita. Sikapnya yang sangat percaya diri menobatkan dia sebagai maskot MSD 2010, sebuah event perpanjangan dari MVD 2009. Read more

About MSD 2010

MSD adalah kepanjangan dari Mensa Sports Day. Satu dari event corporate Mensa Group terbesar yang diselenggarakan setiap tahun yang menggantikan nama Mensa Value Day (MVD). Event MSD diikuti oleh seluruh partisipan anak perusahaan Mensa Group, yang terdiri dari Menjangan Sakti, Landson Pharmaceutical, Read more ..
MSD10 is organized by Landson Pharmaceutical

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP